Senin, 09 April 2012

Tips Agar Selalu Berkata Jujur

Kejujuran, sepertinya sebuah hal yang sangat mahal di jaman ini. Bisa kita lihat dipentas-pentas politik, betapa sebuah ketidakjujuran, pembohongan dan kebohongan, lebih-lebih kebohongan publik adalah sebuah sarapan yang bisa kita santap setiap hari, baik di media cetak, media elektronik, dan Internet.

Begitu sulitnyakah berkata jujur dan mengungkap sebuah kejujuran? Sebuah kisah di jaman Rasulullah saw, mengajarkan tentang kejujuran adalah kunci kebaikan kehidupan. Berikut ini penggalan ceritanya.

Suatu ketika, ada seorang yang ingin masuk agama Islam. Namun dia menyatakan bahwa dia tak bisa meninggalkan semua maksiat yang telah menjadi darah dagingnya. Jadi, dia meminta ijin kepada Muhammad Rasulullah untuk masuk Islam namun tetap diperbolehkan melakukan maksiat. Kalo bahasa gaulnya : "Rasul, saya pengen masuk islam nih, tapi kalo boleh dilonggarin dikit yak aturannya. Ane masi demen maksiat nih." Beuh, ni orang geblek banget ya.

Rasulullah tersenyum dan mempersilahkan orang tersebut melakukan semua maksiat yang dia inginkan, hanya dengan satu syarat : dilarang berbohong.

Orang itu berkata, "Beuh.. gampang bener syaratnya ya Rasul. Oke dah, Deal kalo begituh."

Sejak saat itu, setiap hari Rasullulah selalu bertanya kepada orang tersebut apa saja yang dia lakukan setiap hari. Dan orang itu merasa malu banget setiap kali harus menjawab bahwa dia habis melakukan maksiat. Apalagi pas ditanya di depan mimbar atau kumpulan orang-orang banyak. Mukanya mau ditaruh kemana..

Akhirnya orang itu berpikir seribu keliling tiap melakukan maksiat, karena pasti esoknya akan ditanya oleh Rasul, dan ia tidak boleh berbohong. Cape deh...

Tapi lihat dampaknya, lama-kelamaan, orang tersebut meninggalkan maksiat karena daripada malu tiap ditanya Rasul, dan mulai beribadah dengan giat.

sulitnya berkata jujur

Disini dapat kita petik sebuah pesan moral tentang berkata jujur, bahwa jujur itu mampu menjadi kunci hal buruk dalam kehidupan, seperti maksiat, selingkuh, korupsi, maling, dan sebagainya. Coba andai manusia semua berkata jujur, pasti dijamin gak ada yang namanya korupsi, pencurian, pencopetan, dan sebagainya.

Jujur itu perlu di latih dan terus dipraktekan agar menjadi sebuah kebiasaan yang baik. Jujur bukan kebutuhan, tapi kewajiban, sehingga terasa berat. Oke dah berikut ini adalah beberapa tips agar bisa selalu jujur.

Tips Agar Bisa Jujur


Jangan mudah berjanji. Kebohongan sering terjadi akibat kita mudah mengobral janji. Seperti kita udah berjanji sama pacar kita, "Besok kita ngedate di pinggir selokan ya.", tapi karena satu dan lain hal, kita ga bisa memenuhi janji tersebut, akibatnya? Ya lebih baik bohong daripada digampar and dicemberutin pacar denga alasan : "Maaf beb, ga bisa menuhin janji, karena harus nemenin nenek operasi kulit." dan sejuta alasan bohong lainnya. Ingat pikiran mateng-mateng sebelum berjanji, dan semaksimal mungkin memenuhi janji. Ingat, kata agama : Janji adalah hutang.

Lebih baik diam. Nah, ini salah satu kiat menjauhkan kita dari kebohongan. Katakanlah kebenaran yang kita tahu, dan lebih baik diam jika kita tidak tahu. Jika kita memiliki hal-hal yang harus ditutupi, janganlah berbohong, lebih baik diam. Toh pepatah mengatakan, diam itu emas. Rasulullah pernah bersabda : "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia mengatakan yang baik, atau diam. (HR. Bukhari)"

Latih terus kejujuran. Jujur itu bisa menjadi sebuah kebiasaan, jika kita melatihnya. Kalo kita udah biasa bohong, maka latihlah mental anda untuk mencoba berkata jujur. Hari ini 100 kebohongan, cobalah besok untuk belajar 99 kebohongan dan 1 kejujuran, dan seterusnya. Mintalah teman, sodara, pacar, nenek, kakek untuk membantu kita dalam melatih kejujuran.

Bicara apa adanya. Bicara dan ceritakanlah segala hal apa adanya. Jangan pernah terintimidasi atau terlecut untuk membumbui sebuah kabar dan berita. Walau kita berpikir itu akan membuat sebuah cerita menjadi menarik dan cool, namun sejatinya kita tengah menceburkan diri kedalam kebohongan. Kan mau jujur kan? So, ceritakan apa adanya, no embel-embel.

Jangan terbiasa sabun. Nah ini salah satu hal yang nangkring di jiwa-jiwa para orang gokil. Sabun, Asbun, Asbak, alias asal Bunyi dan asal nyablak. Kadang, dalam asbun yang kita sampaikan, terselip sebuah kebohongan yang tak kita inginkan sebelumnya. Akibatnya, untuk menutupi sebuah kebohongan, kita harus melakukan kebohongan lain. Jadi dah tukang bohong. So, cobalah dari sekarang berkata sesuai fakta, pikirkan kata-kata yang ingin di ucapkan, sampaikanlah yang benar.

Bergaulah dengan para pembohong. Nah lo, ini tips ampuh buat kamu belajar menjadi jujur. bergaul sama para pembohong, agar kita tahu, bagaimana tidak enaknya dibohongi, dikibuli, ditipu, dan dikadalin. Akrablah dengan orang yang lebih gila bohongnya daripada kita, misalnya para anggota DPR, para politikus, dan sebagainya. Coba ingat-ingat, apa yang para politikus itu ucapkan dulu saat masih melakukan kampanye, seribu janji, seribu dusta. Akibatnya, sekarang banyak orang yang ngamuk, demo karena merasa dikibulin. Mungkin termasuk kamu???

Itulah beberapa tips untuk selalu berkata jujur. Ingat, bohong itu dosa, dan Allah paling gak suka sama para pembohong.