Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Perbedaan pernapasan dada dan pernapasan perut

Perbedaan pernapasan dada dan pernapasan perut yaitu


Pernapasan dada


Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.


    Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.


    Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.


Pernapasan perut


Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.


    Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Minggu, 18 Maret 2012

Cara membentuk otot tubuh six pack dengan cepat



Menginginkan tubuh yang keren dan berotot pasti menjadi impian setiap pria. Kini six pack bukanlah hal yang susah lagi untuk kalian dapatkan. Dengan pengalaman yang diberikan oleh seorang teman fitnes saya, dan benar terbukti oleh saya, saya akan membaginya kepada kalian.


Banyak orang berpikiran bahwa untuk mendapatkan six pack harus banyak mengangkat beban, banyak sit up, yang tujuannya membuat tubuh keras, namun hal itu salah! 


Awal untuk mendapatkan six pack adalah mengurangi lemak lembek yang ada ditubuh kita. Apa lemak lembek itu? Lemak lembek itu seperti lemak berlebihan yang umumnya terdapat pada orang orang yang gendut.


Lemak lembek itu paling banyak terdapat pada perut, dan oleh karena itulah orang susah six pack karena lemak lembek tersebut. Lemak lembek tersebut sangat susah dijadikan six pack, jadi kita harus membakarnya dengan berlari dengan treadmill sebanyak mungkin, mengurangi makan yang berlebihan , pokoknya bakar kalori sebanyak mungkin, dan jika bisa, kita harus membakar kalori lebih dari kita makan.


Apa fakta dari tulisan saya diatas? Coba lihat dengan baik baik orang orang yang six pack, apakah mereka gendut ? Apakah mereka punya lemak lembek berlebihan di perut ( biasanya disebut buncit ) ? Pasti tidak .


Jadi ketika lemak lembek tersebut sudah terbakar, barulah kita rajin rajin sit up, rajin rajin mengangkat beban berat.

http://img88.imageshack.us/img88/2065/sixpack.jpg


Bila setelah kita merasakan sakit dan pegal pada beberapa bagian tubuh setelah kita melakukan fitnes, itu adalah hal biasa, karena tubuh kita sedang menyesuaikan dan berubah menjadi bentuk yang lebih keras.


Walaupun bisa cepat, namun jika kita tidak berusaha semaksimal mungkin ya hasilnya sia sia saja. Jika bisa, kalian mengambil paket fitness di kota kota kalian dan rajin rajin membakar lemak dan membentuk tubuh kita setiap hari dengan hari untuk istirahat adalah hari Minggu.


Selamat mencoba :)

Sabtu, 17 Maret 2012

Kenapa ingus bisa berwarna hijau?



Jika kita sedang kedinginan, pasti hidung kita berlendir, dan ketika kita membuang lendir itu ke kertas tisu pasti akan terlihat cairan ingus yang berwarna hijau.


Biasanya, lendir ingus itu berwarna bening dan sedikit, namun kenapa bisa menjadi banyak dan berwarna hijau?


Ingus pada hidung bertujuan untuk menyaring udara layaknya bulu hidung kita, namun ketika anda sakit atau infeksi , ingus tersebut berubah menjadi berwarna kuning atau hijau sebagai akibat dari peran tubuh kita dalam mencoba melawan bakteri dan virus pada tubuh kita.


Warna hijau berasal dari zat kimia yang berada dalam tubuh kita yang disekresikan oleh sel darah putih khususnya enzim myeloperoxidase yang memiliki zat besi untuk membunuh patogen ( Bakteri atau virus ).


Dalam kasus infeksi bakteri, bakteri awalnya terjebak dan berkembang biak di ingus kita yang masih berwarna bening, lalu karena itulah ingus tersebut berubah menjadi warna kuning atau hijau karena adanya sel darah putih yang sedang bekerja membunuh mereka.


Dalam kasus infeksi virus, seperti flu , pada awalnya datang bersama bakteri ( Dikarenakan virus hanya berkembang di jaringan hidup ) , lalu sistem kekebalan tubuh melawan mereka yang menyebabkan juga ingus kita menjadi kental dan berubah menjadi warna kuning atau hijau.


Bakteri bisa dilawan dengan antibiotik, namun virus tidak. Tetapi karena virus tersebut hidup di bakteri yang terkena antibiotik itu, maka otomatis ia tidak ada tempat hidup lagi .


Sumber : Lifelittlemysteries

Senin, 27 Februari 2012

Perbedaan asam lemak jenuh dan tidak jenuh

Asam lemak jenuh :
  1. Bersifat non essensial
  2. Dapat disintesis oleh tubuh
  3. Padat pada suhu kamar
  4. Diperoleh dari  sumber zat hewani contoh mentega
  5. Tidak ada ikatan rangkap
Asam lemak tidak jenuh :
  1. Bersifat essensial
  2. Tidak dapat diproduksi tubuh
  3. Cair pada suhu kamar
  4. Diperoleh dari sumber zat nabati contoh minyak goreng
  5. Ada ikatan rangkap

Senin, 16 Januari 2012

Fungsi lemak pada tubuh

Lemak berfungsi antara lain :
  • Pembawa zat zat makanan yang esensial
  • Sumber energi terbesar
  • Pelindung alat tubuh yang lunak
  • Melindungi tubuh dari suhu yang rendah
  • Sebagai bahan penyusun membran sel
  • Penahan rasa lapar, karena pencernaan lemak membutuhkan waktu lebih lama
Sumber : Buku biologi kelas XI Esis

Fungsi / manfaat makanan di dalam tubuh

Fungsi / manfaat makanan yaitu :
  • Sebagai penyedia bahan bakar atau sumber energi . Zat zat makanan yang dioksidasi dalam tubuh akan menghasilkan enerrgi yang dibutuhkan untuk aktivitas tubuh. Zat makanan yang dapat menghasilkan energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Kandungan kalori pada setiap gram zat zat yersebut berbeda beda.
  • Makanan diperlukan sebagai komponen penyusun protoplasma yang berfungsi dalam poses pertumbuhan, perkembangan, dan penggantian sel sel tubuh yang rusak. Zat makanan yang berfungsi sebagai pembangun tubuh adalah protein dan beberapa mineral
  • Sebagai pelindung dan pertahanan tubuh. Zat makanan berperan dalam mengatur tekanan osmosis, sehingga tubuh terjaga dalam keseimbangan ( homeostatis), berperan pada oksidasi biologis, dan penyusun antibodi.
Sumber : Buku biologi kelas XI Esis

Sabtu, 07 Januari 2012

KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru

KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru. baru kali ini Hujangede Online share kamus pelajar.. kamus ini saya share buat anda-anda yang ingin belajar Bahasa Indonesia . misalkan dari pindahan dari Luar Negeri ke indonesia tapi kurang lancar Bahasa Indonesia agan-agan bisa download disini supaya lancar bahasa indonesia nya File ini hanya 9 MB. kecill..

KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru
kamus ini bisa bermanfaat buat agan-agan yang pindahan ke indonesia dan kerja di indonesia, atau pengen belajar bahasa indonesia supaya lebih luas pengetahuan bahasa indonesia, bagaimana bahasa indonesia yang baik dan yang buruk. anda bisa mengetahui nya di KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Baru . bagi anda beminat mendownload nya ada di bawah ini tapi [Dilarang Keras Merubah Hak Cipta] ok..


Download : KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru


KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
semoga KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru ini bermanfaat bagi semua yang mencari nya...

Dikutip Dari :
Author :Dedinews
Web : www.dedinewsonline.com
Tentang : dedinewsonline.com

9
out of 10 based on 15,511 ratings.
1 user reviews.

Senin, 08 Agustus 2011

Urutan tingkat takson dalam klasifikasi

1. Spesies


Spesies atau jenis adalah suatu takson yang dipakai dalam taksonomi untuk menunjuk pada satu atau beberapa kelompok individu (populasi) yang serupa dan dapat saling membuahi satu sama lain di dalam kelompoknya (saling membagi gen) namun tidak dapat dengan anggota kelompok yang lain.


Anggota-anggota dalam suatu spesies jika saling berkawin dapat menghasilkan keturunan yang fertil tanpa hambatan reproduktif. Dapat terjadi, sejumlah kelompok dalam suatu spesies tidak saling berkawin karena hambatan geografis namun bila dipertemukan dan dikawinkan dapat menghasilkan keturunan fertil. Dua spesies yang berbeda jika saling berkawin akan menghadapi masalah hambatan biologis; apabila menghasilkan keturunan yang sehat, keturunan ini biasanya steril/mandul.


Spesies, jika disebut dalam nama ilmiah, disingkat dengan sp. (Contoh Phalaenopsis sp. — berarti "sejenis Phalaenopsis", jika jamak disingkat dengan spp.).


Pada taksonomi hewan terdapat satu tingkat takson di bawah spesies: subspesies (disingkat ssp. (namun biasanya tidak ditulis pada nama ilmiah hewan). Pada taksonomi tumbuhan, fungi, dan bakteri terdapat takson lain di bawah subspesies: varietas, subvarietas, dan forma.


2. Genus / Marga


Dalam biologi, genus (jamak genera) atau marga adalah salah satu bentuk pengelompokan dalam klasifikasi makhluk hidup yang lebih rendah dari familia. Anggota-anggota genus memiliki kesamaan morfologi dan kekerabatan yang dekat. Dalam sistem tatanama binomial, nama suatu spesies makhluk hidup terdiri atas dua kata, yaitu: nama genusnya (diawali dengan huruf kapital) dan nama penunjuk spesiesnya dengan ditulis atau cetak miring. Misalnya, Homo sapiens, nama ilmiah untuk spesies manusia modern, menandakan bahwa manusia modern tergolong ke dalam genus Homo.


3. Familia / Suku


Familia (Bahasa Latin: familia, jamak familiae) dalam klasifikasi ilmiah adalah suatu takson yang berada antara ordo dan genus. Pengindonesiaan takson ini adalah suku (dipakai dalam banyak pustaka ilmiah), famili, atau keluarga. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli botani Perancis Pierre Magnol dalam bukunya Prodromus historiae generalis plantarum, in quo familiae plantarum per tabulas disponuntur pada tahun 1689. Carolus Linnaeus menggunakan istilah familia dalam bukunya Philosophia botanica (1751) untuk merujuk pada kelompok utama tumbuhan.


4. Ordo / Bangsa


Ordo atau bangsa (Bahasa Latin: ordo, jamak ordines) adalah suatu tingkat atau takson antara kelas dan familia. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli botani Jerman Augustus Quirinus Rivinus dalam klasifikasi tumbuhannya. Carolus Linnaeus merupakan orang pertama yang secara konsisten menerapkannya dalam klasifikasi tiga kerajaan besar: mineral, hewan, dan tumbuhan dalam bukunya Systema Naturae (1735)


5. Classis / Kelas


Kelas atau Classis adalah suatu tingkat atau takson dalam klasifikasi ilmiah hewan dan tumbuhan dalam biologi. Tingkat ini berada di bawah filum dan di atas ordo. Contohnya, mamalia adalah kelas untuk anjing, di mana filumnya adalah chordata (hewan dengan tulang belakang) dan familianya adalah karnivora (hewan pemakan daging).


6. Phylum / Filum


Filum dari bahasa Yunani; phylum adalah cabang. Biasanya kata ini dipakai dalam ilmu bahasa perbandingan atau dalam ilmu biologi dalam menguraikan atau mengklasifikasikan hubungan 'keluarga' antar jenis atau bahasa .


7. Divisio / Divisi


Dalam biologi, divisio atau divisi adalah istilah yang sama dengan filum. Divisio dipakai dalam taksonomi untuk kerajaan tumbuhan dan fungi.


8. Regnum / Kingdom / Kerajaan


Dalam biologi, kerajaan (bahasa Inggris: Kingdom; Latin: regnum, pl. regna) adalah tingkatan paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup. Khusus dalam sistem tiga domain, kingdom adalah satu tingkat di bawah domain. Pada awalnya, hanya ada dua kingdom: Animalia untuk hewan dan Vegetabilia untuk tumbuhan. Ketika makhluk hidup bersel satu ditemukan, temuan baru ini dipecah ke dalam dua kingdom: yang dapat bergerak ke dalam filum Protozoa, sementara alga dan bakteri ke dalam divisi Thallophyta atau Protophyta. Namun ada beberapa makhluk yang dimasukkan ke dalam filum dan divisi, seperti alga yang dapat bergerak, Euglena, dan jamur lendir yang mirip amuba. Karena adanya kebingungan ini, Ernst Haeckel menyarankan adanya kingdom ketiga, yaitu Protista untuk menampung makhluk hidup yang tidak memiliki ciri klasifikasi yang jelas. Kingdom ketiga in baru populer belakangan ini (kadang dengan sebutan Protoctista).

Contoh tingkat takson lebah madu hutan

Kerajaan:Animalia
Filum:Arthropoda
Kelas:Insecta
Ordo:Hymenoptera
Famili:Apidae
Genus:Apis
Upagenus:(Megapis)
Spesies:Apis. dorsata
sumber : Wikipedia

Ciri ciri tata nama Binomial Nomenklatur

Tata nama Biomial Nomenklatur : 
  1. Terdiri atas 2 kata ahasa latin / dilatinkan
  2. Kata pertama menunjukkan genus/marga sehingga dalam penulisan diawali dengan huruf kapital
  3. Kata 2 menunjukkan spesies atau jenis sehingga dalam penulisan diawali dengan huruf kecil
  4. Nama spesies akan lebih lengkap jika dicantumkan singkatan dari nama orang yang menemukannya, mempublikasikannya, mendeskirpsikannya.
  5. Dalam mempermudah dalam pembacaan dalam teks, nama spesies ditulis cetak miring atau digaris bawahi.
  6. Jika nama spesies terdiri dari 3 kata, maka kata 2 dan 3 diberi tanda penghubung.
Contoh Tata nama Biomial Nomenklatur :
  1.  Durio zibethinus ( Durian )
  2. Hibiscus rosa-sinensis ( Bunga kembang sepatu )
  3. Columbia livia (Merpati)
  4. Zea mays ( Jagung )

Dasar dasar klasifikasi makhluk hidup


Dasar-Dasar Klasifikasi


Setiap makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup yang lain.
Di samping memiliki perbedaan, beberapa makhluk hidup memiliki satu atau lebih persamaan.

1. Berdasarkan Persamaan


Kita dapat mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaannya. Menurut kalian,
berdasarkan ciri-cirinya, kuda dan sapi dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup apa? Dengan
mengamati cirri-cirinya, kita dapat memasukkan kuda dan sapi dalam kelompok hewan. Karena memiliki
tulang belakang, keduanya merupakan kelompok hewan bertulang belakang. Atau, dapat pula
dikelompokkan sebagai hewan yang menyusui atau mamalia, karena memiliki kelenjar susu. Kuda dan
sapi juga dapat dimasukkan dalam kelompok hewan tetrapoda, karena sama-sama berkaki empat (tetra =
empat,podos = kaki).

2. Berdasarkan Perbedaan

Meskipun kuda dan sapi merupakan satu kelompok, yaitu hewan mamalia, kita dapat pula
memisahkan keduanya sebagai kelompok yang berbeda berdasarkan perbedaan cirinya. Misalnya dengan
melihat jumlah jari di setiap kaki. Kuda memiliki tiga jari di setiap kaki, sehingga masuk dalam kelompok
hewan mamalia berjari ganjil atauPeri sodact yl a. Sedangkan sapi memiliki empat jari di setiap kakinya,
sehingga masuk dalam kelompok mamalia berjari genap atauArti odact yl a, demikian pula kambing dan
kerbau.

3. Berdasarkan Manfaat

Pengelompokan merupakan salah satu upaya dalam mengklasifikasi. Hamper setiap orang
melakukan klasifikasi terhadap makhluk hidup. Dalam dunia tumbuhan, kita mengelompokkan mawar,
melati, cemara, dan bugenvil ke dalam kelompok tanaman hias. Kacang, jagung, dan ketela
dikelompokkan ke dalam tanaman budidaya. Kacang tanah, kacang panjang, dan kacang merah
dikelompokkan ke dalam tanaman kacang. Kambing, sapi, kerbau, dan kelinci dikelompokkan ke dalam
hewan ternak.

Klasifikasi dapat dilakukan oleh siapa saja, asal memiliki dasar dan tujuan yang jelas. Misalnya
bayam, kol, kentang, kacang panjang, wortel, dan sawi dimasukkan dalam satu kelompok tanaman sayur-
sayuran. Dasar pengelompokan itu adalah bahwa tanaman-tanaman tersebut dapat digunakan sebagai
sayuran, sedangkan tujuannya adalah untuk memudahkan manusia dalam memanfaatkan tanaman-
tanaman tersebut sebagai sayur-sayuran.

4. Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi

Klasifikasi didasarkan pada persamaan atau perbedaan ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri yang digunakan
terutama ciri-ciri morfologi dan anatomi. Morfologi adalah ciri-ciri yang tampak di bagian luar tubuh
makhluk hidup, sedangkan anatomi adalah ciri-ciri yang ada di bagian dalam tubuh makhluk hidup.

Pada tumbuh-tumbuhan, ciri-ciri yang dapat digunakan dalam mengklasifikasi dapat berupa ciri-
ciri morfologi, misalnya warna bunga, bentuk bunga, bentuk biji, kekerasan biji, bentuk pohon, bentuk
daun, dan lain-lain. Selain itu, dapat pula menggunakan ciriciri anatomi, misalnya ada- tidaknya berkas
pengangkut, ada-tidaknya cambium, dan ada-tidaknya sel trakea.

Ciri-ciri yang dapat digunakan dalam mengklasifikasi hewan, misalnya ada-tidaknya tulang
belakang, bentuk alat gerak, jumlah sayap (pada serangga), ruas-ruas pada tubuh, jumlah kaki, dan lain-
lain.

5. Berdasarkan Ciri Biokimia

Dalam perkembangannya, ciri-ciri yang dapat digunakan dalam klasifikasi tidak hanya ciri-ciri
morfologi dan anatomi, tetapi juga ciri-ciri biokimia, misalnya jenis-jenis protein, jenis-jenis enzim, ada-
tidaknya membrane organela sel. DNA atau asam nukleat juga digunakan untuk menetukan hubungan
kekerabatan makhluk hidup. Misalnya ntuk menentukan ayah seorang bayi, dapat dibandingkan DNA-
nya. Meskipun ciri wajah dan tubuh tidak mirip, jika DNA-nya mirip, dapat dipastikan orang tersebut
merupakan ayah si bayi.

Tujuan dan manfaat dari klasifikasi

Klasifikasi mempunyai tujuan dan manfaat yaitu

Tujuan :
  1. Mempermudah pengenalan suatu objek kajian .
  2. Mendeskripsikan ciri ciri suatu makhluk hidup .
  3. Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup .
  4. Mengetahui evolusi makhluk hidup .
Manfaat :
  1. Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup antara satu dan lainnya.
  2. Mempermudah mempelajari suatu makhluk hidup yang beraneka ragam.

Jumat, 05 Agustus 2011

Fungsi Vakuola




Fungsi dari vakuola :
1. memelihara tekanan osmotik sel
2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel

Senin, 25 Juli 2011

Fungsi sitoplasma





Fungsi sitoplasma adalah

  1. Berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan bahan kimia yang penting bagi metabolisme sel , seperti enzim enzim, ion ion, gula, lemak dan protein
  2. Didalam sitoplasma itulah berlangsung kegiatan pembongkaran dan penyusunan zat zat melalui reaksi kimia . Misalnya proses pembentukan energi, sintesis asam lemak, asam amino, protein dan Nukelotida.
  3. Sitoplasma "mengalir" di dalam sel untuk menjamin berlangsungnya pertukaran zat agar metabolisme berlangsung dengan baik. Gerakan organel organel tertentu sebagai akibat aliran sitoplasma tersebut dapat diamati dengan mikroskop.

Hubungan fungsional antara ribosom, re, badan golgi dan lisosom




Ribosom berfungsi sebagai sintesa protein. Ribosom terdapat pada granuler Retikulum Endoplasma. Jadi RE merupakan tempat melekatnya ribosom.



RE menampung dan menyalurkan protein ke Golgi. Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga terbentuk glikoprotein untuk dibawa ke luar sel.Oleh karena hasilnya disekresikan itulah maka Golgi disebut pula sebagai organel sekretori.


Lisosom berfungsi sebagai sistem pencernaan intrasel yang akan mencerna dan membuang bahan-bahan yang tidak dibutuhkan atau benda asing seperti bagian sel yang mati atau bakteri. Fungsi pencernaan dari lisosom dilakukan melalui enzim acid hydrolase, yang dapat mencerna berbagai bahan organik menjadi bahan yang lebih sederhana seperti protein menjadi asam amino atau glikogen menjadi glukosa. Jadi, lisosom berfungsi untuk mencerna protein menjadi asam amino.


Kesimpulan : semua berhubungan dgn sintesa protein.

Fungsi nukleus pada sel tumbuhan





Nukleus memiliki arti penting bagi sel. Fungsi nukleus antara lain sebagai berikut :
  1. Mengendalikan seluruh kegiatan sel, misalnya metabolisme
  2. Mengeluarkan RNA dan unit ribosom dari inti ke sitoplasma
  3. Mengatur pembelahan sel
  4. Membawa informasi genetik. Di dalam nukleus terdapat DNA yang mengandung informasi genetik atau sifat sifat yang diwariskan. Sifat sifat induk diwariskan kepada keturunannya melalui pembelahan sel.

Selasa, 12 Juli 2011

Daftar nama latin hewan dan tumbuhan

Hewan
I. MAMALIA (Menyusui)
  1. Anoa depressicornis Anoa dataran rendah, Kerbau pendek
  2. Anoa quarlesi Anoa pegunungan
  3. Arctictis binturong Binturung
  4. Arctonyx collaris Pulusan
  5. Babyrousa babyrussa Babirusa
  6. Balaenoptera musculus Paus biru
  7. Balaenoptera physalus Paus bersirip
  8. Bos sondaicus Banteng
  9. Capricornis sumatrensis Kambing Sumatera
  10. Cervus kuhli; Axis kuhli Rusa Bawean
  11. Cervus spp. Menjangan, Rusa sambar (semua jenis dari genus Cervus)
  12. Cetacea Paus (semua jenis dari famili Cetacea)
  13. Cuon alpinus Ajag
  14. Cynocephalus variegatus Kubung, Tando, Walangkekes
  15. Cynogale bennetti Musang air
  16. Cynopithecus niger Monyet hitam Sulawesi
  17. Dendrolagus spp. Kanguru pohon (semua jenis dari genus Dendrolagus)
  18. Dicerorhinus sumatrensis Badak Sumatera
  19. Dolphinidae Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Dolphinidae)
  20. Dugong dugon Duyung
  21. Elephas indicus Gajah
  22. Felis badia Kucing merah
  23. Felis bengalensis Kucing hutan, Meong congkok
  24. Felis marmorota Kuwuk
  25. Felis planiceps Kucing dampak
  26. Felis temmincki Kucing emas
  27. Felis viverrinus Kucing bakau
  28. Helarctos malayanus Beruang madu
  29. Hylobatidae Owa, Kera tak berbuntut (semua jenis dari famili Hylobatidae)
  30. Hystrix brachyura Landak
  31. Iomys horsfieldi Bajing terbang ekor merah
  32. Lariscus hosei Bajing tanah bergaris
  33. Lariscus insignis Bajing tanah, Tupai tanah
  34. Lutra lutra Lutra
  35. Lutra sumatrana Lutra Sumatera
  36. Macaca brunnescens Monyet Sulawesi
  37. Macaca maura Monyet Sulawesi
  38. Macaca pagensis Bokoi, Beruk Mentawai
  39. Macaca tonkeana Monyet jambul
  40. Macrogalidea musschenbroeki Musang Sulawesi
  41. Manis javanica Trenggiling, Peusing
  42. Megaptera novaeangliae Paus bongkok
  43. Muntiacus muntjak Kidang, Muncak
  44. Mydaus javanensis Sigung
  45. Nasalis larvatus Kahau, Bekantan
  46. Neofelis nebulusa Harimau dahan
  47. Nesolagus netscheri Kelinci Sumatera
  48. Nycticebus coucang Malu-malu
  49. Orcaella brevirostris Lumba-lumba air tawar, Pesut
  50. Panthera pardus Macan kumbang, Macan tutul
  51. Panthera tigris sondaica Harimau Jawa
  52. Panthera tigris sumatrae Harimau Sumatera
  53. Petaurista elegans Cukbo, Bajing terbang
  54. Phalanger spp. Kuskus (semua jenis dari genus Phalanger)
  55. Pongo pygmaeus Orang utan, Mawas
  56. Presbitys frontata Lutung dahi putih
  57. Presbitys rubicunda Lutung merah, Kelasi
  58. Presbitys aygula Surili
  59. Presbitys potenziani Joja, Lutung Mentawai
  60. Presbitys thomasi Rungka
  61. Prionodon linsang Musang congkok
  62. Prochidna bruijni Landak Irian, Landak semut
  63. Ratufa bicolor Jelarang
  64. Rhinoceros sondaicus Badak Jawa
  65. Simias concolor Simpei Mentawai
  66. Tapirus indicus Tapir, Cipan, Tenuk
  67. Tarsius spp. Binatang hantu, Singapuar (semua jenis dari genus Tarsius)
  68. Thylogale spp. Kanguru tanah (semua jenis dari genus Thylogale)
  69. Tragulus spp. Kancil, Pelanduk, Napu (semua jenis dari genus Tragulus)
  70. Ziphiidae Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Ziphiidae)
II. AVES (Burung)
  1. Accipitridae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Accipitridae)
  2. Aethopyga exima Jantingan gunung
  3. Aethopyga duyvenbodei Burung madu Sangihe
  4. Alcedinidae Burung udang, Raja udang (semua jenis dari famili Alcedinidae)
  5. Alcippe pyrrhoptera Brencet wergan
  6. Anhinga melanogaster Pecuk ular
  7. Aramidopsis plateni Mandar Sulawesi
  8. Argusianus argus Kuau
  9. Bubulcus ibis Kuntul, Bangau putih
  10. Bucerotidae Julang, Enggang, Rangkong, Kangkareng (semua jenis dari famili Bucerotidae)
  11. Cacatua galerita Kakatua putih besar jambul kuning
  12. Cacatua goffini Kakatua gofin
  13. Cacatua moluccensis Kakatua Seram
  14. Cacatua sulphurea Kakatua kecil jambul kuning
  15. Cairina scutulata Itik liar
  16. Caloenas nicobarica Junai, Burung mas, Minata
  17. Casuarius bennetti Kasuari kecil
  18. Casuarius casuarius Kasuari
  19. 89 Casuarius unappenddiculatus Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning
  20. Ciconia episcopus Bangau hitam, Sandanglawe
  21. Colluricincla megarhyncha Burung sohabe coklat
  22. Crocias albonotatus Burung matahari
  23. Ducula whartoni Pergam raja
  24. Egretta sacra Kuntul karang
  25. Egretta spp. Kuntul, Bangau putih (semua jenis dari genus Egretta)
  26. Elanus caerulleus Alap-alap putih, Alap-alap tikus
  27. Elanus hypoleucus Alap-alap putih, Alap-alap tikus
  28. Eos histrio Nuri Sangir
  29. Esacus magnirostris Wili-wili, Uar, Bebek laut
  30. Eutrichomyias rowleyi Seriwang Sangihe
  31. Falconidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Falconidae)
  32. Fregeta andrewsi Burung gunting, Bintayung
  33. Garrulax rufifrons Burung kuda
  34. Goura spp. Burung dara mahkota, Burung titi, Mambruk (semua jenis dari genus Goura)
  35. Gracula religiosa mertensi Beo Flores
  36. Gracula religiosa robusta Beo Nias
  37. Gracula religiosa venerata Beo Sumbawa
  38. Grus spp. Jenjang (semua jenis dari genus Grus)
  39. Himantopus himantopus Trulek lidi, Lilimo
  40. Ibis cinereus Bluwok, Walangkadak
  41. Ibis leucocephala Bluwok berwarna
  42. Lorius roratus Bayan
  43. Leptoptilos javanicus Marabu, Bangau tongtong
  44. Leucopsar rothschildi Jalak Bali
  45. Limnodromus semipalmatus Blekek Asia
  46. Lophozosterops javanica Burung kacamata leher abu-abu
  47. Lophura bulweri Beleang ekor putih
  48. Loriculus catamene Serindit Sangihe
  49. Loriculus exilis Serindit Sulawesi
  50. Lorius domicellus Nori merah kepala hitam
  51. Macrocephalon maleo Burung maleo
  52. Megalaima armillaris Cangcarang
  53. Megalaima corvina Haruku, Ketuk-ketuk
  54. Megalaima javensis Tulung tumpuk, Bultok Jawa
  55. Megapoddidae Maleo, Burung gosong (semua jenis dari famili Megapododae)
  56. Megapodius reintwardtii Burung gosong
  57. Meliphagidae Burung sesap, Pengisap madu (semua jenis dari famili Meliphagidae)
  58. Musciscapa ruecki Burung kipas biru
  59. Mycteria cinerea Bangau putih susu, Bluwok
  60. Nectariniidae Burung madu, Jantingan, Klaces (semua jenis dari famili Nectariniidae)
  61. Numenius spp. Gagajahan (semua jenis dari genus Numenius)
  62. Nycticorax caledonicus Kowak merah
  63. Otus migicus beccarii Burung hantu Biak
  64. Pandionidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Pandionidae)
  65. Paradiseidae Burung cendrawasih (semua jenis dari famili Paradiseidae)
  66. Pavo muticus Burung merak
  67. Pelecanidae Gangsa laut (semua jenis dari famili Pelecanidae)
  68. Pittidae Burung paok, Burung cacing (semua jenis dari famili Pittidae)
  69. Plegadis falcinellus Ibis hitam, Roko-roko
  70. Polyplectron malacense Merak kerdil
  71. Probosciger aterrimus Kakatua raja, Kakatua hitam
  72. Psaltria exilis Glatik kecil, Glatik gunung
  73. Pseudibis davisoni Ibis hitam punggung putih
  74. Psittrichas fulgidus Kasturi raja, Betet besar
  75. Ptilonorhynchidae Burung namdur, Burung dewata
  76. Rhipidura euryura Burung kipas perut putih, Kipas gunung
  77. Rhipidura javanica Burung kipas
  78. Rhipidura phoenicura Burung kipas ekor merah
  79. Satchyris grammiceps Burung tepus dada putih
  80. Satchyris melanothorax Burung tepus pipi perak
  81. Sterna zimmermanni Dara laut berjambul
  82. Sternidae Burung dara laut (semua jenis dari famili Sternidae)
  83. Sturnus melanopterus Jalak putih, Kaleng putih
  84. Sula abbotti Gangsa batu aboti
  85. Sula dactylatra Gangsa batu muka biru
  86. Sula leucogaster Gangsa batu
  87. Sula sula Gangsa batu kaki merah
  88. Tanygnathus sumatranus Nuri Sulawesi
  89. Threskiornis aethiopicus Ibis putih, Platuk besi
  90. Trichoglossus ornatus Kasturi Sulawesi
  91. Tringa guttifer Trinil tutul
  92. Trogonidae Kasumba, Suruku, Burung luntur
  93. Vanellus macropterus Trulek ekor putih
III. REPTILIA (Melata)
  1. Batagur baska Tuntong
  2. Caretta caretta Penyu tempayan
  3. Carettochelys insculpta Kura-kura Irian
  4. Chelodina novaeguineae Kura Irian leher panjang
  5. Chelonia mydas Penyu hijau
  6. Chitra indica Labi-labi besar
  7. Chlamydosaurus kingii Soa payung
  8. Chondropython viridis Sanca hijau
  9. Crocodylus novaeguineae Buaya air tawar Irian
  10. Crocodylus porosus Buaya muara
  11. Crocodylus siamensis Buaya siam
  12. Dermochelys coriacea Penyu belimbing
  13. Elseya novaeguineae Kura Irian leher pendek
  14. Eretmochelys imbricata Penyu sisik
  15. Gonychephalus dilophus Bunglon sisir
  16. Hydrasaurus amboinensis Soa-soa, Biawak Ambon, Biawak pohon
  17. Lepidochelys olivacea Penyu ridel
  18. Natator depressa Penyu pipih
  19. Orlitia borneensis Kura-kura gading
  20. Python molurus Sanca bodo
  21. Phyton timorensis Sanca Timor
  22. Tiliqua gigas Kadal Panan
  23. Tomistoma schlegelii Senyulong, Buaya sapit
  24. Varanus borneensis Biawak Kalimantan
  25. Varanus gouldi Biawak coklat
  26. Varanus indicus Biawak Maluku
  27. Varanus komodoensis Biawak komodo, Ora
  28. Varanus nebulosus Biawak abu-abu
  29. Varanus prasinus Biawak hijau
  30. Varanus timorensis Biawak Timor
  31. Varanus togianus Biawak Togian
IV. INSECTA (Serangga)
  1. Cethosia myrina Kupu bidadari
  2. Ornithoptera chimaera Kupu sayap burung peri
  3. Ornithoptera goliath Kupu sayap burung goliat
  4. Ornithoptera paradisea Kupu sayap burung surga
  5. Ornithoptera priamus Kupu sayap priamus
  6. Ornithoptera rotschldi Kupu burung rotsil
  7. Ornithoptera tithonus Kupu burung titon
  8. Trogonotera brookiana Kupu trogon
  9. Troides amphrysus Kupu raja
  10. Troides andromanche Kupu raja
  11. Troides criton Kupu raja
  12. Troides haliphron Kupu raja
  13. Troides helena Kupu raja
  14. Troides hypolitus Kupu raja
  15. Troides meoris Kupu raja
  16. Troides miranda Kupu raja
  17. Troides plato Kupu raja
  18. Troides rhadamantus Kupu raja
  19. Troides riedeli Kupu raja
  20. Troides vandepolli Kupu raja
V. PISCES (Ikan)
  1. Homaloptera gymnogaster Selusur Maninjau
  2. Latimeria chalumnae Ikan raja laut
  3. Notopterus spp. Belida Jawa, Lopis Jawa (semua jenis dari genus Notopterus)
  4. Pritis spp. Pari Sentani, Hiu Sentani (semua jenis dari genus Pritis)
  5. Puntius microps Wader goa
  6. Scleropages formasus Peyang malaya, Tangkelasa
  7. Scleropages jardini Arowana Irian, Peyang Irian, Kaloso
VI. ANTHOZOA
  1. Anthiphates spp. Akar bahar, Koral hitam (semua jenis dari genus Anthiphates)
VII. BIVALVIA
  1. Birgus latro Ketam kelapa
  2. Cassis cornuta Kepala kambing
  3. Charonia tritonis Triton terompet
  4. Hippopus hippopus Kima tapak kuda, Kima kuku beruang
  5. Hippopus porcellanus Kima Cina
  6. Nautilus popillius Nautilus berongga
  7. Tachipleus gigas Ketam tapak kuda
  8. Tridacna crocea Kima kunia, Lubang
  9. Tridacna derasa Kima selatan
  10. Tridacna gigas Kima raksasa
  11. Tridacna maxima Kima kecil
  12. Tridacna squamosa Kima sisik, Kima seruling
  13. Trochus niloticus Troka, Susur bundar
  14. Turbo marmoratus Batu laga, Siput hijau

TUMBUHAN

I. PALMAE
  1. Amorphophallus decussilvae Bunga bangkai jangkung
  2. Amorphophallus titanum Bunga bangkai raksasa
  3. Borrassodendron borneensis Bindang, Budang
  4. Caryota no Palem raja/Indonesia
  5. Ceratolobus glaucescens Palem Jawa
  6. Cystostachys lakka Pinang merah Kalimantan
  7. Cystostachys ronda Pinang merah Bangka
  8. Eugeissona utilis Bertan
  9. Johanneste ijsmaria altifrons Daun payung
  10. Livistona spp. Palem kipas Sumatera (semua jenis dari genus Livistona)
  11. Nenga gajah Palem Sumatera
  12. Phoenix paludosa Korma rawa
  13. Pigafatta filaris Manga
  14. Pinanga javana Pinang Jawa
II. RAFFLESSIACEA
  1. Rafflesia spp. Rafflesia, Bunga padma (semua jenis dari genus Rafflesia)
III. ORCHIDACEAE
  1. Ascocentrum miniatum Anggrek kebutan
  2. Coelogyne pandurata Anggrek hitan
  3. Corybas fornicatus Anggrek koribas
  4. Cymbidium hartinahianum Anggrek hartinah
  5. Dendrobium catinecloesum Anggrek karawai
  6. Dendrobium d’albertisii Anggrek albert
  7. Dendrobium lasianthera Anggrek stuberi
  8. Dendrobium macrophyllum Anggrek jamrud
  9. Dendrobium ostrinoglossum Anggrek karawai
  10. Dendrobium phalaenopsis Anggrek larat
  11. Grammatophyllum papuanum Anggrek raksasa Irian
  12. Grammatophyllum speciosum Anggrek tebu
  13. Macodes petola Anggrek ki aksara
  14. Paphiopedilum chamberlainianum Anggrek kasut kumis
  15. Paphiopedilum glaucophyllum Anggrek kasut berbulu
  16. Paphiopedilum praestans Anggrek kasut pita
  17. Paraphalaenopsis denevei Anggrek bulan bintang
  18. Paraphalaenopsis laycockii Anggrek bulan Kaliman Tengah
  19. Paraphalaenopsis serpentilingua Anggrek bulan Kaliman Barat
  20. Phalaenopsis amboinensis Anggrek bulan Ambon
  21. Phalaenopsis gigantea Anggrek bulan raksasa
  22. Phalaenopsis sumatrana Anggrek bulan Sumatera
  23. Phalaenopsis violacose Anggrek kelip
  24. Renanthera matutina Anggrek jingga
  25. Spathoglottis zurea Anggrek sendok
  26. Vanda celebica Vanda mungil Minahasa
  27. Vanda hookeriana Vanda pensil
  28. Vanda pumila Vanda mini
  29. Vanda sumatrana Vanda Sumatera
IV. NEPHENTACEAE
  1. Nephentes spp. Kantong semar (semua jenis dari genus Nephentes)
V. DIPTEROCARPACEAE
  1. Shorea stenopten Tengkawang
  2. Shorea stenoptera Tengkawang
  3. Shorea gysberstiana Tengkawang
  4. Shorea pinanga Tengkawang
  5. Shorea compressa Tengkawang
  6. Shorea semiris Tengkawang
  7. Shorea martiana Tengkawang
  8. Shorea mexistopteryx Tengkawang
  9. Shorea beccariana Tengkawang
  10. Shorea micrantha Tengkawang
  11. Shorea palembanica Tengkawang
  12. Shorea lepidota Tengkawang
  13. Shorea singkawang Tengkawang