Perbedaan pernapasan dada dan pernapasan perut yaitu
Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Pernapasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Mencoba untuk mengumpulkan semua informasi online dengan satu wadah kata-kata online
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Mei 2012
Minggu, 18 Maret 2012
Cara membentuk otot tubuh six pack dengan cepat
Menginginkan tubuh yang keren dan berotot pasti menjadi impian setiap pria. Kini six pack bukanlah hal yang susah lagi untuk kalian dapatkan. Dengan pengalaman yang diberikan oleh seorang teman fitnes saya, dan benar terbukti oleh saya, saya akan membaginya kepada kalian.
Banyak orang berpikiran bahwa untuk mendapatkan six pack harus banyak mengangkat beban, banyak sit up, yang tujuannya membuat tubuh keras, namun hal itu salah!
Lemak lembek itu paling banyak terdapat pada perut, dan oleh karena itulah orang susah six pack karena lemak lembek tersebut. Lemak lembek tersebut sangat susah dijadikan six pack, jadi kita harus membakarnya dengan berlari dengan treadmill sebanyak mungkin, mengurangi makan yang berlebihan , pokoknya bakar kalori sebanyak mungkin, dan jika bisa, kita harus membakar kalori lebih dari kita makan.
Apa fakta dari tulisan saya diatas? Coba lihat dengan baik baik orang orang yang six pack, apakah mereka gendut ? Apakah mereka punya lemak lembek berlebihan di perut ( biasanya disebut buncit ) ? Pasti tidak .
Jadi ketika lemak lembek tersebut sudah terbakar, barulah kita rajin rajin sit up, rajin rajin mengangkat beban berat.
Bila setelah kita merasakan sakit dan pegal pada beberapa bagian tubuh setelah kita melakukan fitnes, itu adalah hal biasa, karena tubuh kita sedang menyesuaikan dan berubah menjadi bentuk yang lebih keras.
Walaupun bisa cepat, namun jika kita tidak berusaha semaksimal mungkin ya hasilnya sia sia saja. Jika bisa, kalian mengambil paket fitness di kota kota kalian dan rajin rajin membakar lemak dan membentuk tubuh kita setiap hari dengan hari untuk istirahat adalah hari Minggu.
Selamat mencoba :)
Sabtu, 17 Maret 2012
Kenapa ingus bisa berwarna hijau?
Jika kita sedang kedinginan, pasti hidung kita berlendir, dan ketika kita membuang lendir itu ke kertas tisu pasti akan terlihat cairan ingus yang berwarna hijau.
Biasanya, lendir ingus itu berwarna bening dan sedikit, namun kenapa bisa menjadi banyak dan berwarna hijau?
Ingus pada hidung bertujuan untuk menyaring udara layaknya bulu hidung kita, namun ketika anda sakit atau infeksi , ingus tersebut berubah menjadi berwarna kuning atau hijau sebagai akibat dari peran tubuh kita dalam mencoba melawan bakteri dan virus pada tubuh kita.
Warna hijau berasal dari zat kimia yang berada dalam tubuh kita yang disekresikan oleh sel darah putih khususnya enzim myeloperoxidase yang memiliki zat besi untuk membunuh patogen ( Bakteri atau virus ).
Dalam kasus infeksi bakteri, bakteri awalnya terjebak dan berkembang biak di ingus kita yang masih berwarna bening, lalu karena itulah ingus tersebut berubah menjadi warna kuning atau hijau karena adanya sel darah putih yang sedang bekerja membunuh mereka.
Dalam kasus infeksi virus, seperti flu , pada awalnya datang bersama bakteri ( Dikarenakan virus hanya berkembang di jaringan hidup ) , lalu sistem kekebalan tubuh melawan mereka yang menyebabkan juga ingus kita menjadi kental dan berubah menjadi warna kuning atau hijau.
Bakteri bisa dilawan dengan antibiotik, namun virus tidak. Tetapi karena virus tersebut hidup di bakteri yang terkena antibiotik itu, maka otomatis ia tidak ada tempat hidup lagi .
Sumber : Lifelittlemysteries
Senin, 27 Februari 2012
Perbedaan asam lemak jenuh dan tidak jenuh
- Bersifat non essensial
- Dapat disintesis oleh tubuh
- Padat pada suhu kamar
- Diperoleh dari sumber zat hewani contoh mentega
- Tidak ada ikatan rangkap
- Bersifat essensial
- Tidak dapat diproduksi tubuh
- Cair pada suhu kamar
- Diperoleh dari sumber zat nabati contoh minyak goreng
- Ada ikatan rangkap
Senin, 16 Januari 2012
Fungsi lemak pada tubuh
- Pembawa zat zat makanan yang esensial
- Sumber energi terbesar
- Pelindung alat tubuh yang lunak
- Melindungi tubuh dari suhu yang rendah
- Sebagai bahan penyusun membran sel
- Penahan rasa lapar, karena pencernaan lemak membutuhkan waktu lebih lama
Fungsi / manfaat makanan di dalam tubuh
- Sebagai penyedia bahan bakar atau sumber energi . Zat zat makanan yang dioksidasi dalam tubuh akan menghasilkan enerrgi yang dibutuhkan untuk aktivitas tubuh. Zat makanan yang dapat menghasilkan energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Kandungan kalori pada setiap gram zat zat yersebut berbeda beda.
- Makanan diperlukan sebagai komponen penyusun protoplasma yang berfungsi dalam poses pertumbuhan, perkembangan, dan penggantian sel sel tubuh yang rusak. Zat makanan yang berfungsi sebagai pembangun tubuh adalah protein dan beberapa mineral
- Sebagai pelindung dan pertahanan tubuh. Zat makanan berperan dalam mengatur tekanan osmosis, sehingga tubuh terjaga dalam keseimbangan ( homeostatis), berperan pada oksidasi biologis, dan penyusun antibodi.
Sabtu, 07 Januari 2012
KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru
KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru. baru kali ini Hujangede Online share kamus pelajar.. kamus ini saya share buat anda-anda yang ingin belajar Bahasa Indonesia . misalkan dari pindahan dari Luar Negeri ke indonesia tapi kurang lancar Bahasa Indonesia agan-agan bisa download disini supaya lancar bahasa indonesia nya File ini hanya 9 MB. kecill..
Download : KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru
KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
semoga KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru ini bermanfaat bagi semua yang mencari nya...
9
out of 10 based on 15,511 ratings.
1 user reviews.
KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru
kamus ini bisa bermanfaat buat agan-agan yang pindahan ke indonesia dan kerja di indonesia, atau pengen belajar bahasa indonesia supaya lebih luas pengetahuan bahasa indonesia, bagaimana bahasa indonesia yang baik dan yang buruk. anda bisa mengetahui nya di KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Baru . bagi anda beminat mendownload nya ada di bawah ini tapi [Dilarang Keras Merubah Hak Cipta] ok..Download : KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru
KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
semoga KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Edisi Terbaru ini bermanfaat bagi semua yang mencari nya...
Dikutip Dari :
Author :Dedinews
Web : www.dedinewsonline.com
Tentang : dedinewsonline.com
9
out of 10 based on 15,511 ratings.
1 user reviews.
Senin, 08 Agustus 2011
Urutan tingkat takson dalam klasifikasi
1. Spesies
Spesies atau jenis adalah suatu takson yang dipakai dalam taksonomi untuk menunjuk pada satu atau beberapa kelompok individu (populasi) yang serupa dan dapat saling membuahi satu sama lain di dalam kelompoknya (saling membagi gen) namun tidak dapat dengan anggota kelompok yang lain.
Anggota-anggota dalam suatu spesies jika saling berkawin dapat menghasilkan keturunan yang fertil tanpa hambatan reproduktif. Dapat terjadi, sejumlah kelompok dalam suatu spesies tidak saling berkawin karena hambatan geografis namun bila dipertemukan dan dikawinkan dapat menghasilkan keturunan fertil. Dua spesies yang berbeda jika saling berkawin akan menghadapi masalah hambatan biologis; apabila menghasilkan keturunan yang sehat, keturunan ini biasanya steril/mandul.
Spesies, jika disebut dalam nama ilmiah, disingkat dengan sp. (Contoh Phalaenopsis sp. — berarti "sejenis Phalaenopsis", jika jamak disingkat dengan spp.).
Pada taksonomi hewan terdapat satu tingkat takson di bawah spesies: subspesies (disingkat ssp. (namun biasanya tidak ditulis pada nama ilmiah hewan). Pada taksonomi tumbuhan, fungi, dan bakteri terdapat takson lain di bawah subspesies: varietas, subvarietas, dan forma.
2. Genus / Marga
Dalam biologi, genus (jamak genera) atau marga adalah salah satu bentuk pengelompokan dalam klasifikasi makhluk hidup yang lebih rendah dari familia. Anggota-anggota genus memiliki kesamaan morfologi dan kekerabatan yang dekat. Dalam sistem tatanama binomial, nama suatu spesies makhluk hidup terdiri atas dua kata, yaitu: nama genusnya (diawali dengan huruf kapital) dan nama penunjuk spesiesnya dengan ditulis atau cetak miring. Misalnya, Homo sapiens, nama ilmiah untuk spesies manusia modern, menandakan bahwa manusia modern tergolong ke dalam genus Homo.
3. Familia / Suku
Familia (Bahasa Latin: familia, jamak familiae) dalam klasifikasi ilmiah adalah suatu takson yang berada antara ordo dan genus. Pengindonesiaan takson ini adalah suku (dipakai dalam banyak pustaka ilmiah), famili, atau keluarga. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli botani Perancis Pierre Magnol dalam bukunya Prodromus historiae generalis plantarum, in quo familiae plantarum per tabulas disponuntur pada tahun 1689. Carolus Linnaeus menggunakan istilah familia dalam bukunya Philosophia botanica (1751) untuk merujuk pada kelompok utama tumbuhan.
4. Ordo / Bangsa
Ordo atau bangsa (Bahasa Latin: ordo, jamak ordines) adalah suatu tingkat atau takson antara kelas dan familia. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli botani Jerman Augustus Quirinus Rivinus dalam klasifikasi tumbuhannya. Carolus Linnaeus merupakan orang pertama yang secara konsisten menerapkannya dalam klasifikasi tiga kerajaan besar: mineral, hewan, dan tumbuhan dalam bukunya Systema Naturae (1735)
5. Classis / Kelas
Kelas atau Classis adalah suatu tingkat atau takson dalam klasifikasi ilmiah hewan dan tumbuhan dalam biologi. Tingkat ini berada di bawah filum dan di atas ordo. Contohnya, mamalia adalah kelas untuk anjing, di mana filumnya adalah chordata (hewan dengan tulang belakang) dan familianya adalah karnivora (hewan pemakan daging).
6. Phylum / Filum
Filum dari bahasa Yunani; phylum adalah cabang. Biasanya kata ini dipakai dalam ilmu bahasa perbandingan atau dalam ilmu biologi dalam menguraikan atau mengklasifikasikan hubungan 'keluarga' antar jenis atau bahasa .
7. Divisio / Divisi
Dalam biologi, divisio atau divisi adalah istilah yang sama dengan filum. Divisio dipakai dalam taksonomi untuk kerajaan tumbuhan dan fungi.
8. Regnum / Kingdom / Kerajaan
Dalam biologi, kerajaan (bahasa Inggris: Kingdom; Latin: regnum, pl. regna) adalah tingkatan paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup. Khusus dalam sistem tiga domain, kingdom adalah satu tingkat di bawah domain. Pada awalnya, hanya ada dua kingdom: Animalia untuk hewan dan Vegetabilia untuk tumbuhan. Ketika makhluk hidup bersel satu ditemukan, temuan baru ini dipecah ke dalam dua kingdom: yang dapat bergerak ke dalam filum Protozoa, sementara alga dan bakteri ke dalam divisi Thallophyta atau Protophyta. Namun ada beberapa makhluk yang dimasukkan ke dalam filum dan divisi, seperti alga yang dapat bergerak, Euglena, dan jamur lendir yang mirip amuba. Karena adanya kebingungan ini, Ernst Haeckel menyarankan adanya kingdom ketiga, yaitu Protista untuk menampung makhluk hidup yang tidak memiliki ciri klasifikasi yang jelas. Kingdom ketiga in baru populer belakangan ini (kadang dengan sebutan Protoctista).
Contoh tingkat takson lebah madu hutan
sumber : Wikipedia
Spesies atau jenis adalah suatu takson yang dipakai dalam taksonomi untuk menunjuk pada satu atau beberapa kelompok individu (populasi) yang serupa dan dapat saling membuahi satu sama lain di dalam kelompoknya (saling membagi gen) namun tidak dapat dengan anggota kelompok yang lain.
Anggota-anggota dalam suatu spesies jika saling berkawin dapat menghasilkan keturunan yang fertil tanpa hambatan reproduktif. Dapat terjadi, sejumlah kelompok dalam suatu spesies tidak saling berkawin karena hambatan geografis namun bila dipertemukan dan dikawinkan dapat menghasilkan keturunan fertil. Dua spesies yang berbeda jika saling berkawin akan menghadapi masalah hambatan biologis; apabila menghasilkan keturunan yang sehat, keturunan ini biasanya steril/mandul.
Spesies, jika disebut dalam nama ilmiah, disingkat dengan sp. (Contoh Phalaenopsis sp. — berarti "sejenis Phalaenopsis", jika jamak disingkat dengan spp.).
Pada taksonomi hewan terdapat satu tingkat takson di bawah spesies: subspesies (disingkat ssp. (namun biasanya tidak ditulis pada nama ilmiah hewan). Pada taksonomi tumbuhan, fungi, dan bakteri terdapat takson lain di bawah subspesies: varietas, subvarietas, dan forma.
2. Genus / Marga
Dalam biologi, genus (jamak genera) atau marga adalah salah satu bentuk pengelompokan dalam klasifikasi makhluk hidup yang lebih rendah dari familia. Anggota-anggota genus memiliki kesamaan morfologi dan kekerabatan yang dekat. Dalam sistem tatanama binomial, nama suatu spesies makhluk hidup terdiri atas dua kata, yaitu: nama genusnya (diawali dengan huruf kapital) dan nama penunjuk spesiesnya dengan ditulis atau cetak miring. Misalnya, Homo sapiens, nama ilmiah untuk spesies manusia modern, menandakan bahwa manusia modern tergolong ke dalam genus Homo.
3. Familia / Suku
Familia (Bahasa Latin: familia, jamak familiae) dalam klasifikasi ilmiah adalah suatu takson yang berada antara ordo dan genus. Pengindonesiaan takson ini adalah suku (dipakai dalam banyak pustaka ilmiah), famili, atau keluarga. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli botani Perancis Pierre Magnol dalam bukunya Prodromus historiae generalis plantarum, in quo familiae plantarum per tabulas disponuntur pada tahun 1689. Carolus Linnaeus menggunakan istilah familia dalam bukunya Philosophia botanica (1751) untuk merujuk pada kelompok utama tumbuhan.
4. Ordo / Bangsa
Ordo atau bangsa (Bahasa Latin: ordo, jamak ordines) adalah suatu tingkat atau takson antara kelas dan familia. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli botani Jerman Augustus Quirinus Rivinus dalam klasifikasi tumbuhannya. Carolus Linnaeus merupakan orang pertama yang secara konsisten menerapkannya dalam klasifikasi tiga kerajaan besar: mineral, hewan, dan tumbuhan dalam bukunya Systema Naturae (1735)
5. Classis / Kelas
Kelas atau Classis adalah suatu tingkat atau takson dalam klasifikasi ilmiah hewan dan tumbuhan dalam biologi. Tingkat ini berada di bawah filum dan di atas ordo. Contohnya, mamalia adalah kelas untuk anjing, di mana filumnya adalah chordata (hewan dengan tulang belakang) dan familianya adalah karnivora (hewan pemakan daging).
6. Phylum / Filum
Filum dari bahasa Yunani; phylum adalah cabang. Biasanya kata ini dipakai dalam ilmu bahasa perbandingan atau dalam ilmu biologi dalam menguraikan atau mengklasifikasikan hubungan 'keluarga' antar jenis atau bahasa .
7. Divisio / Divisi
Dalam biologi, divisio atau divisi adalah istilah yang sama dengan filum. Divisio dipakai dalam taksonomi untuk kerajaan tumbuhan dan fungi.
8. Regnum / Kingdom / Kerajaan
Dalam biologi, kerajaan (bahasa Inggris: Kingdom; Latin: regnum, pl. regna) adalah tingkatan paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup. Khusus dalam sistem tiga domain, kingdom adalah satu tingkat di bawah domain. Pada awalnya, hanya ada dua kingdom: Animalia untuk hewan dan Vegetabilia untuk tumbuhan. Ketika makhluk hidup bersel satu ditemukan, temuan baru ini dipecah ke dalam dua kingdom: yang dapat bergerak ke dalam filum Protozoa, sementara alga dan bakteri ke dalam divisi Thallophyta atau Protophyta. Namun ada beberapa makhluk yang dimasukkan ke dalam filum dan divisi, seperti alga yang dapat bergerak, Euglena, dan jamur lendir yang mirip amuba. Karena adanya kebingungan ini, Ernst Haeckel menyarankan adanya kingdom ketiga, yaitu Protista untuk menampung makhluk hidup yang tidak memiliki ciri klasifikasi yang jelas. Kingdom ketiga in baru populer belakangan ini (kadang dengan sebutan Protoctista).
Contoh tingkat takson lebah madu hutan
|
Ciri ciri tata nama Binomial Nomenklatur
- Terdiri atas 2 kata ahasa latin / dilatinkan
- Kata pertama menunjukkan genus/marga sehingga dalam penulisan diawali dengan huruf kapital
- Kata 2 menunjukkan spesies atau jenis sehingga dalam penulisan diawali dengan huruf kecil
- Nama spesies akan lebih lengkap jika dicantumkan singkatan dari nama orang yang menemukannya, mempublikasikannya, mendeskirpsikannya.
- Dalam mempermudah dalam pembacaan dalam teks, nama spesies ditulis cetak miring atau digaris bawahi.
- Jika nama spesies terdiri dari 3 kata, maka kata 2 dan 3 diberi tanda penghubung.
- Durio zibethinus ( Durian )
- Hibiscus rosa-sinensis ( Bunga kembang sepatu )
- Columbia livia (Merpati)
- Zea mays ( Jagung )
Dasar dasar klasifikasi makhluk hidup

Dasar-Dasar Klasifikasi
Setiap makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup yang lain.
Di samping memiliki perbedaan, beberapa makhluk hidup memiliki satu atau lebih persamaan.
1. Berdasarkan Persamaan
Kita dapat mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaannya. Menurut kalian,
berdasarkan ciri-cirinya, kuda dan sapi dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup apa? Dengan
mengamati cirri-cirinya, kita dapat memasukkan kuda dan sapi dalam kelompok hewan. Karena memiliki
tulang belakang, keduanya merupakan kelompok hewan bertulang belakang. Atau, dapat pula
dikelompokkan sebagai hewan yang menyusui atau mamalia, karena memiliki kelenjar susu. Kuda dan
sapi juga dapat dimasukkan dalam kelompok hewan tetrapoda, karena sama-sama berkaki empat (tetra =
empat,podos = kaki).
2. Berdasarkan Perbedaan
Meskipun kuda dan sapi merupakan satu kelompok, yaitu hewan mamalia, kita dapat pula
memisahkan keduanya sebagai kelompok yang berbeda berdasarkan perbedaan cirinya. Misalnya dengan
melihat jumlah jari di setiap kaki. Kuda memiliki tiga jari di setiap kaki, sehingga masuk dalam kelompok
hewan mamalia berjari ganjil atauPeri sodact yl a. Sedangkan sapi memiliki empat jari di setiap kakinya,
sehingga masuk dalam kelompok mamalia berjari genap atauArti odact yl a, demikian pula kambing dan
kerbau.
3. Berdasarkan Manfaat
Pengelompokan merupakan salah satu upaya dalam mengklasifikasi. Hamper setiap orang
melakukan klasifikasi terhadap makhluk hidup. Dalam dunia tumbuhan, kita mengelompokkan mawar,
melati, cemara, dan bugenvil ke dalam kelompok tanaman hias. Kacang, jagung, dan ketela
dikelompokkan ke dalam tanaman budidaya. Kacang tanah, kacang panjang, dan kacang merah
dikelompokkan ke dalam tanaman kacang. Kambing, sapi, kerbau, dan kelinci dikelompokkan ke dalam
hewan ternak.
Klasifikasi dapat dilakukan oleh siapa saja, asal memiliki dasar dan tujuan yang jelas. Misalnya
bayam, kol, kentang, kacang panjang, wortel, dan sawi dimasukkan dalam satu kelompok tanaman sayur-
sayuran. Dasar pengelompokan itu adalah bahwa tanaman-tanaman tersebut dapat digunakan sebagai
sayuran, sedangkan tujuannya adalah untuk memudahkan manusia dalam memanfaatkan tanaman-
tanaman tersebut sebagai sayur-sayuran.
4. Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi
Klasifikasi didasarkan pada persamaan atau perbedaan ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri yang digunakan
terutama ciri-ciri morfologi dan anatomi. Morfologi adalah ciri-ciri yang tampak di bagian luar tubuh
makhluk hidup, sedangkan anatomi adalah ciri-ciri yang ada di bagian dalam tubuh makhluk hidup.
Pada tumbuh-tumbuhan, ciri-ciri yang dapat digunakan dalam mengklasifikasi dapat berupa ciri-
ciri morfologi, misalnya warna bunga, bentuk bunga, bentuk biji, kekerasan biji, bentuk pohon, bentuk
daun, dan lain-lain. Selain itu, dapat pula menggunakan ciriciri anatomi, misalnya ada- tidaknya berkas
pengangkut, ada-tidaknya cambium, dan ada-tidaknya sel trakea.
Ciri-ciri yang dapat digunakan dalam mengklasifikasi hewan, misalnya ada-tidaknya tulang
belakang, bentuk alat gerak, jumlah sayap (pada serangga), ruas-ruas pada tubuh, jumlah kaki, dan lain-
lain.
5. Berdasarkan Ciri Biokimia
Dalam perkembangannya, ciri-ciri yang dapat digunakan dalam klasifikasi tidak hanya ciri-ciri
morfologi dan anatomi, tetapi juga ciri-ciri biokimia, misalnya jenis-jenis protein, jenis-jenis enzim, ada-
tidaknya membrane organela sel. DNA atau asam nukleat juga digunakan untuk menetukan hubungan
kekerabatan makhluk hidup. Misalnya ntuk menentukan ayah seorang bayi, dapat dibandingkan DNA-
nya. Meskipun ciri wajah dan tubuh tidak mirip, jika DNA-nya mirip, dapat dipastikan orang tersebut
merupakan ayah si bayi.
Tujuan dan manfaat dari klasifikasi
Tujuan :
- Mempermudah pengenalan suatu objek kajian .
- Mendeskripsikan ciri ciri suatu makhluk hidup .
- Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup .
- Mengetahui evolusi makhluk hidup .
- Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup antara satu dan lainnya.
- Mempermudah mempelajari suatu makhluk hidup yang beraneka ragam.
Jumat, 05 Agustus 2011
Fungsi Vakuola

1. memelihara tekanan osmotik sel
2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel
Senin, 25 Juli 2011
Fungsi sitoplasma

Fungsi sitoplasma adalah
- Berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan bahan kimia yang penting bagi metabolisme sel , seperti enzim enzim, ion ion, gula, lemak dan protein
- Didalam sitoplasma itulah berlangsung kegiatan pembongkaran dan penyusunan zat zat melalui reaksi kimia . Misalnya proses pembentukan energi, sintesis asam lemak, asam amino, protein dan Nukelotida.
- Sitoplasma "mengalir" di dalam sel untuk menjamin berlangsungnya pertukaran zat agar metabolisme berlangsung dengan baik. Gerakan organel organel tertentu sebagai akibat aliran sitoplasma tersebut dapat diamati dengan mikroskop.
Hubungan fungsional antara ribosom, re, badan golgi dan lisosom
Ribosom berfungsi sebagai sintesa protein. Ribosom terdapat pada granuler Retikulum Endoplasma. Jadi RE merupakan tempat melekatnya ribosom.
RE menampung dan menyalurkan protein ke Golgi. Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga terbentuk glikoprotein untuk dibawa ke luar sel.Oleh karena hasilnya disekresikan itulah maka Golgi disebut pula sebagai organel sekretori.
Lisosom berfungsi sebagai sistem pencernaan intrasel yang akan mencerna dan membuang bahan-bahan yang tidak dibutuhkan atau benda asing seperti bagian sel yang mati atau bakteri. Fungsi pencernaan dari lisosom dilakukan melalui enzim acid hydrolase, yang dapat mencerna berbagai bahan organik menjadi bahan yang lebih sederhana seperti protein menjadi asam amino atau glikogen menjadi glukosa. Jadi, lisosom berfungsi untuk mencerna protein menjadi asam amino.
Kesimpulan : semua berhubungan dgn sintesa protein.
Fungsi nukleus pada sel tumbuhan
Nukleus memiliki arti penting bagi sel. Fungsi nukleus antara lain sebagai berikut :
- Mengendalikan seluruh kegiatan sel, misalnya metabolisme
- Mengeluarkan RNA dan unit ribosom dari inti ke sitoplasma
- Mengatur pembelahan sel
- Membawa informasi genetik. Di dalam nukleus terdapat DNA yang mengandung informasi genetik atau sifat sifat yang diwariskan. Sifat sifat induk diwariskan kepada keturunannya melalui pembelahan sel.
Selasa, 12 Juli 2011
Daftar nama latin hewan dan tumbuhan
HewanI. MAMALIA (Menyusui)
- Anoa depressicornis Anoa dataran rendah, Kerbau pendek
- Anoa quarlesi Anoa pegunungan
- Arctictis binturong Binturung
- Arctonyx collaris Pulusan
- Babyrousa babyrussa Babirusa
- Balaenoptera musculus Paus biru
- Balaenoptera physalus Paus bersirip
- Bos sondaicus Banteng
- Capricornis sumatrensis Kambing Sumatera
- Cervus kuhli; Axis kuhli Rusa Bawean
- Cervus spp. Menjangan, Rusa sambar (semua jenis dari genus Cervus)
- Cetacea Paus (semua jenis dari famili Cetacea)
- Cuon alpinus Ajag
- Cynocephalus variegatus Kubung, Tando, Walangkekes
- Cynogale bennetti Musang air
- Cynopithecus niger Monyet hitam Sulawesi
- Dendrolagus spp. Kanguru pohon (semua jenis dari genus Dendrolagus)
- Dicerorhinus sumatrensis Badak Sumatera
- Dolphinidae Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Dolphinidae)
- Dugong dugon Duyung
- Elephas indicus Gajah
- Felis badia Kucing merah
- Felis bengalensis Kucing hutan, Meong congkok
- Felis marmorota Kuwuk
- Felis planiceps Kucing dampak
- Felis temmincki Kucing emas
- Felis viverrinus Kucing bakau
- Helarctos malayanus Beruang madu
- Hylobatidae Owa, Kera tak berbuntut (semua jenis dari famili Hylobatidae)
- Hystrix brachyura Landak
- Iomys horsfieldi Bajing terbang ekor merah
- Lariscus hosei Bajing tanah bergaris
- Lariscus insignis Bajing tanah, Tupai tanah
- Lutra lutra Lutra
- Lutra sumatrana Lutra Sumatera
- Macaca brunnescens Monyet Sulawesi
- Macaca maura Monyet Sulawesi
- Macaca pagensis Bokoi, Beruk Mentawai
- Macaca tonkeana Monyet jambul
- Macrogalidea musschenbroeki Musang Sulawesi
- Manis javanica Trenggiling, Peusing
- Megaptera novaeangliae Paus bongkok
- Muntiacus muntjak Kidang, Muncak
- Mydaus javanensis Sigung
- Nasalis larvatus Kahau, Bekantan
- Neofelis nebulusa Harimau dahan
- Nesolagus netscheri Kelinci Sumatera
- Nycticebus coucang Malu-malu
- Orcaella brevirostris Lumba-lumba air tawar, Pesut
- Panthera pardus Macan kumbang, Macan tutul
- Panthera tigris sondaica Harimau Jawa
- Panthera tigris sumatrae Harimau Sumatera
- Petaurista elegans Cukbo, Bajing terbang
- Phalanger spp. Kuskus (semua jenis dari genus Phalanger)
- Pongo pygmaeus Orang utan, Mawas
- Presbitys frontata Lutung dahi putih
- Presbitys rubicunda Lutung merah, Kelasi
- Presbitys aygula Surili
- Presbitys potenziani Joja, Lutung Mentawai
- Presbitys thomasi Rungka
- Prionodon linsang Musang congkok
- Prochidna bruijni Landak Irian, Landak semut
- Ratufa bicolor Jelarang
- Rhinoceros sondaicus Badak Jawa
- Simias concolor Simpei Mentawai
- Tapirus indicus Tapir, Cipan, Tenuk
- Tarsius spp. Binatang hantu, Singapuar (semua jenis dari genus Tarsius)
- Thylogale spp. Kanguru tanah (semua jenis dari genus Thylogale)
- Tragulus spp. Kancil, Pelanduk, Napu (semua jenis dari genus Tragulus)
- Ziphiidae Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Ziphiidae)
- Accipitridae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Accipitridae)
- Aethopyga exima Jantingan gunung
- Aethopyga duyvenbodei Burung madu Sangihe
- Alcedinidae Burung udang, Raja udang (semua jenis dari famili Alcedinidae)
- Alcippe pyrrhoptera Brencet wergan
- Anhinga melanogaster Pecuk ular
- Aramidopsis plateni Mandar Sulawesi
- Argusianus argus Kuau
- Bubulcus ibis Kuntul, Bangau putih
- Bucerotidae Julang, Enggang, Rangkong, Kangkareng (semua jenis dari famili Bucerotidae)
- Cacatua galerita Kakatua putih besar jambul kuning
- Cacatua goffini Kakatua gofin
- Cacatua moluccensis Kakatua Seram
- Cacatua sulphurea Kakatua kecil jambul kuning
- Cairina scutulata Itik liar
- Caloenas nicobarica Junai, Burung mas, Minata
- Casuarius bennetti Kasuari kecil
- Casuarius casuarius Kasuari
- 89 Casuarius unappenddiculatus Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning
- Ciconia episcopus Bangau hitam, Sandanglawe
- Colluricincla megarhyncha Burung sohabe coklat
- Crocias albonotatus Burung matahari
- Ducula whartoni Pergam raja
- Egretta sacra Kuntul karang
- Egretta spp. Kuntul, Bangau putih (semua jenis dari genus Egretta)
- Elanus caerulleus Alap-alap putih, Alap-alap tikus
- Elanus hypoleucus Alap-alap putih, Alap-alap tikus
- Eos histrio Nuri Sangir
- Esacus magnirostris Wili-wili, Uar, Bebek laut
- Eutrichomyias rowleyi Seriwang Sangihe
- Falconidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Falconidae)
- Fregeta andrewsi Burung gunting, Bintayung
- Garrulax rufifrons Burung kuda
- Goura spp. Burung dara mahkota, Burung titi, Mambruk (semua jenis dari genus Goura)
- Gracula religiosa mertensi Beo Flores
- Gracula religiosa robusta Beo Nias
- Gracula religiosa venerata Beo Sumbawa
- Grus spp. Jenjang (semua jenis dari genus Grus)
- Himantopus himantopus Trulek lidi, Lilimo
- Ibis cinereus Bluwok, Walangkadak
- Ibis leucocephala Bluwok berwarna
- Lorius roratus Bayan
- Leptoptilos javanicus Marabu, Bangau tongtong
- Leucopsar rothschildi Jalak Bali
- Limnodromus semipalmatus Blekek Asia
- Lophozosterops javanica Burung kacamata leher abu-abu
- Lophura bulweri Beleang ekor putih
- Loriculus catamene Serindit Sangihe
- Loriculus exilis Serindit Sulawesi
- Lorius domicellus Nori merah kepala hitam
- Macrocephalon maleo Burung maleo
- Megalaima armillaris Cangcarang
- Megalaima corvina Haruku, Ketuk-ketuk
- Megalaima javensis Tulung tumpuk, Bultok Jawa
- Megapoddidae Maleo, Burung gosong (semua jenis dari famili Megapododae)
- Megapodius reintwardtii Burung gosong
- Meliphagidae Burung sesap, Pengisap madu (semua jenis dari famili Meliphagidae)
- Musciscapa ruecki Burung kipas biru
- Mycteria cinerea Bangau putih susu, Bluwok
- Nectariniidae Burung madu, Jantingan, Klaces (semua jenis dari famili Nectariniidae)
- Numenius spp. Gagajahan (semua jenis dari genus Numenius)
- Nycticorax caledonicus Kowak merah
- Otus migicus beccarii Burung hantu Biak
- Pandionidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Pandionidae)
- Paradiseidae Burung cendrawasih (semua jenis dari famili Paradiseidae)
- Pavo muticus Burung merak
- Pelecanidae Gangsa laut (semua jenis dari famili Pelecanidae)
- Pittidae Burung paok, Burung cacing (semua jenis dari famili Pittidae)
- Plegadis falcinellus Ibis hitam, Roko-roko
- Polyplectron malacense Merak kerdil
- Probosciger aterrimus Kakatua raja, Kakatua hitam
- Psaltria exilis Glatik kecil, Glatik gunung
- Pseudibis davisoni Ibis hitam punggung putih
- Psittrichas fulgidus Kasturi raja, Betet besar
- Ptilonorhynchidae Burung namdur, Burung dewata
- Rhipidura euryura Burung kipas perut putih, Kipas gunung
- Rhipidura javanica Burung kipas
- Rhipidura phoenicura Burung kipas ekor merah
- Satchyris grammiceps Burung tepus dada putih
- Satchyris melanothorax Burung tepus pipi perak
- Sterna zimmermanni Dara laut berjambul
- Sternidae Burung dara laut (semua jenis dari famili Sternidae)
- Sturnus melanopterus Jalak putih, Kaleng putih
- Sula abbotti Gangsa batu aboti
- Sula dactylatra Gangsa batu muka biru
- Sula leucogaster Gangsa batu
- Sula sula Gangsa batu kaki merah
- Tanygnathus sumatranus Nuri Sulawesi
- Threskiornis aethiopicus Ibis putih, Platuk besi
- Trichoglossus ornatus Kasturi Sulawesi
- Tringa guttifer Trinil tutul
- Trogonidae Kasumba, Suruku, Burung luntur
- Vanellus macropterus Trulek ekor putih
- Batagur baska Tuntong
- Caretta caretta Penyu tempayan
- Carettochelys insculpta Kura-kura Irian
- Chelodina novaeguineae Kura Irian leher panjang
- Chelonia mydas Penyu hijau
- Chitra indica Labi-labi besar
- Chlamydosaurus kingii Soa payung
- Chondropython viridis Sanca hijau
- Crocodylus novaeguineae Buaya air tawar Irian
- Crocodylus porosus Buaya muara
- Crocodylus siamensis Buaya siam
- Dermochelys coriacea Penyu belimbing
- Elseya novaeguineae Kura Irian leher pendek
- Eretmochelys imbricata Penyu sisik
- Gonychephalus dilophus Bunglon sisir
- Hydrasaurus amboinensis Soa-soa, Biawak Ambon, Biawak pohon
- Lepidochelys olivacea Penyu ridel
- Natator depressa Penyu pipih
- Orlitia borneensis Kura-kura gading
- Python molurus Sanca bodo
- Phyton timorensis Sanca Timor
- Tiliqua gigas Kadal Panan
- Tomistoma schlegelii Senyulong, Buaya sapit
- Varanus borneensis Biawak Kalimantan
- Varanus gouldi Biawak coklat
- Varanus indicus Biawak Maluku
- Varanus komodoensis Biawak komodo, Ora
- Varanus nebulosus Biawak abu-abu
- Varanus prasinus Biawak hijau
- Varanus timorensis Biawak Timor
- Varanus togianus Biawak Togian
- Cethosia myrina Kupu bidadari
- Ornithoptera chimaera Kupu sayap burung peri
- Ornithoptera goliath Kupu sayap burung goliat
- Ornithoptera paradisea Kupu sayap burung surga
- Ornithoptera priamus Kupu sayap priamus
- Ornithoptera rotschldi Kupu burung rotsil
- Ornithoptera tithonus Kupu burung titon
- Trogonotera brookiana Kupu trogon
- Troides amphrysus Kupu raja
- Troides andromanche Kupu raja
- Troides criton Kupu raja
- Troides haliphron Kupu raja
- Troides helena Kupu raja
- Troides hypolitus Kupu raja
- Troides meoris Kupu raja
- Troides miranda Kupu raja
- Troides plato Kupu raja
- Troides rhadamantus Kupu raja
- Troides riedeli Kupu raja
- Troides vandepolli Kupu raja
- Homaloptera gymnogaster Selusur Maninjau
- Latimeria chalumnae Ikan raja laut
- Notopterus spp. Belida Jawa, Lopis Jawa (semua jenis dari genus Notopterus)
- Pritis spp. Pari Sentani, Hiu Sentani (semua jenis dari genus Pritis)
- Puntius microps Wader goa
- Scleropages formasus Peyang malaya, Tangkelasa
- Scleropages jardini Arowana Irian, Peyang Irian, Kaloso
- Anthiphates spp. Akar bahar, Koral hitam (semua jenis dari genus Anthiphates)
- Birgus latro Ketam kelapa
- Cassis cornuta Kepala kambing
- Charonia tritonis Triton terompet
- Hippopus hippopus Kima tapak kuda, Kima kuku beruang
- Hippopus porcellanus Kima Cina
- Nautilus popillius Nautilus berongga
- Tachipleus gigas Ketam tapak kuda
- Tridacna crocea Kima kunia, Lubang
- Tridacna derasa Kima selatan
- Tridacna gigas Kima raksasa
- Tridacna maxima Kima kecil
- Tridacna squamosa Kima sisik, Kima seruling
- Trochus niloticus Troka, Susur bundar
- Turbo marmoratus Batu laga, Siput hijau
TUMBUHAN
I. PALMAE
- Amorphophallus decussilvae Bunga bangkai jangkung
- Amorphophallus titanum Bunga bangkai raksasa
- Borrassodendron borneensis Bindang, Budang
- Caryota no Palem raja/Indonesia
- Ceratolobus glaucescens Palem Jawa
- Cystostachys lakka Pinang merah Kalimantan
- Cystostachys ronda Pinang merah Bangka
- Eugeissona utilis Bertan
- Johanneste ijsmaria altifrons Daun payung
- Livistona spp. Palem kipas Sumatera (semua jenis dari genus Livistona)
- Nenga gajah Palem Sumatera
- Phoenix paludosa Korma rawa
- Pigafatta filaris Manga
- Pinanga javana Pinang Jawa
- Rafflesia spp. Rafflesia, Bunga padma (semua jenis dari genus Rafflesia)
- Ascocentrum miniatum Anggrek kebutan
- Coelogyne pandurata Anggrek hitan
- Corybas fornicatus Anggrek koribas
- Cymbidium hartinahianum Anggrek hartinah
- Dendrobium catinecloesum Anggrek karawai
- Dendrobium d’albertisii Anggrek albert
- Dendrobium lasianthera Anggrek stuberi
- Dendrobium macrophyllum Anggrek jamrud
- Dendrobium ostrinoglossum Anggrek karawai
- Dendrobium phalaenopsis Anggrek larat
- Grammatophyllum papuanum Anggrek raksasa Irian
- Grammatophyllum speciosum Anggrek tebu
- Macodes petola Anggrek ki aksara
- Paphiopedilum chamberlainianum Anggrek kasut kumis
- Paphiopedilum glaucophyllum Anggrek kasut berbulu
- Paphiopedilum praestans Anggrek kasut pita
- Paraphalaenopsis denevei Anggrek bulan bintang
- Paraphalaenopsis laycockii Anggrek bulan Kaliman Tengah
- Paraphalaenopsis serpentilingua Anggrek bulan Kaliman Barat
- Phalaenopsis amboinensis Anggrek bulan Ambon
- Phalaenopsis gigantea Anggrek bulan raksasa
- Phalaenopsis sumatrana Anggrek bulan Sumatera
- Phalaenopsis violacose Anggrek kelip
- Renanthera matutina Anggrek jingga
- Spathoglottis zurea Anggrek sendok
- Vanda celebica Vanda mungil Minahasa
- Vanda hookeriana Vanda pensil
- Vanda pumila Vanda mini
- Vanda sumatrana Vanda Sumatera
- Nephentes spp. Kantong semar (semua jenis dari genus Nephentes)
- Shorea stenopten Tengkawang
- Shorea stenoptera Tengkawang
- Shorea gysberstiana Tengkawang
- Shorea pinanga Tengkawang
- Shorea compressa Tengkawang
- Shorea semiris Tengkawang
- Shorea martiana Tengkawang
- Shorea mexistopteryx Tengkawang
- Shorea beccariana Tengkawang
- Shorea micrantha Tengkawang
- Shorea palembanica Tengkawang
- Shorea lepidota Tengkawang
- Shorea singkawang Tengkawang
Langganan:
Postingan (Atom)
