Selasa, 07 Februari 2012

Stress

Stress dialami oleh setiap orang. Bahkan sejak dilahirkan sampai dengan manusia meregangkan nyawa, stress selalu melanda. Tidak mengenal usia, jenis kelamin, tahta dan jabatan, stress adalah bagian hidup manusia.

Sejatinya stress dapat memberikan efek positif bagi mental seseorang yang mampu memanajemen atau mengendalikannya. Karena stress mampu mendorong atau memberikan motivasi bagi individu untuk melakukan tindakan, perbuatan, ucapan dan membangkitkan kesadaran serta menghadirkan pengalaman baru dalam kehidupan.

Namun tak jarang, bahkan seringkali stress lebih membawa kearah negatif bagi orang-orang yang memiliki mental dan jiwa yang rentan, seperti mengakibatkan minder atau tidak percaya diri, penolakan, marah, depresi, yang akhirnya menimbulkan berbagai penyakit seperti mingran dan sakit kepala, sakit perut, insomia, tekanan darah tinggi, stroke, jantung dan sebagainya. Benar sekali agama mengatakan bahwa sumber penyakit adalah jiwa.


Berikut ini adalah Jenis Stress berdasarkan Periode Kehidupan yang dialami oleh manusia.


Stress Pada Masa Bayi
Pada umumnya, stress yang dialami oleh bayi adalah pengaruh dari kondisi lingkungan yang tidak ramah. Dari kondisi "nyaman" dikandungan ibunya, sang bayi harus beradaptasi dan mengenali dunia lain yang tidak familier baginya. Kondisi adaptasi yang kadang sulit dihadapi oleh bayi inilah yang mengakibatkan stress pada bayi.

Stress Masa Anak
Stress pada anak-anak biasanya timbul dari lingkungan sekitarnya yaitu keluarga, sekolah dan teman-temannya. Kurangnya curahan kasih sayang dari orang tua, menghadapi dunia sekolah yang asing, dan penuh tuntutan (harus mendapatkan nilai baik, tugas sekolah atau PR, ujian kenaikan kelas, dan sanksi-sanksi seputar sekolah, terlambat datang sekolah dsb) serta pergaulan yang tidak kondusif.

Stress Masa Remaja
Masa remaja bisa disebut sebagai puncak stress seseorang. Disinilah masa dimana pertentangan antara naluri keremajaannya berbenturan dengan peraturan, konflik, tuntutan, dominasi, keluarga dan lingkungan. Peralihan masa dari jiwa kanak-kanak yang labil menuju jiwa yang lebih dewasa. Di masa remaja inilah stress yang akan menentukan tingkat kedewasaan seseorang.  Bisa dilihat gejala stress pada remaja adalah seperti terlibat tawuran, menggunakan narkoba, membolos sekolah, melawan orang tua, dan sebagainya.

Stress Masa Dewasa
Faktor utama stress masa dewasa adalah seputar kehidupan pribadinya, terutama masalah hubungan dengan orang lain, baik itu perkawinan, keharmonisan rumah tangga, pekerjaan, keluarga dan sebagainya. Disini stress yang terjadi cenderung akibat beban dari luar seperti tuntutan akan penghasilan yang lebih baik, atau kehilangan pekerjaan/penghasilan, anak-anak yang bermasalah, suami/istri yang berselingkuh, merasa tidak nyaman dengan pasangan, rasa aman tentang masa depan dan masa tua, serta lainnya.


Apakah anda mengalami stress? Atau anda tidak merasa mengalami stress? Berikut ini adalah beberapa gejala yang terjadi akibat atau yang ditimbulkan oleh Stress :

Gejala Fisik
mengalami sakit kepala, sakit lambung atau maag, hypertensi atau darah tinggi, serangan jantung, berdebar-debar, insomia atau sulit tidur, mudah lelah, tidak berselera makan, sering buang air kecil, dan sebagainya.

Gejala Psikis
gelisah, cemas, tidak konsentrasi, apatis (masa bodoh), pesimis, ragu-ragu, hilang rasa humor, diam, malas melakukan aktifitas, agresif secara emosional, marah-marah, keluar kata-kata kasar dan kotor, menghina, dan agresif secara fisik (menendang, memukul, membanting, merusak barang)


Stress memang tidak bisa dihindari selama manusia masih hidup, masih menghirup nafas, masih berpikir dan masih berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan keimanan serta kesabaran lah stress mampu ditangkal sedari dini. Mendengarkan berbagai petuah dan kata kata mutiara serta kata bijak mampu membantu jiwa lebih tenang saat mendapat serangan stress.